tag:

14 June 2008

RAMBO: Reload ...... Ready ........ Fire!!

Title:
Rambo

Director:
Sylvester Stallone

Cast:
Sylvester Stallone, Julie Benz, Paul Sculze

Plot:
In this latest Rambo installment, John Rambo has retreated to a simple life in a rural Thai village near the Burmese border, capturing snakes for local entertainers, and transporting roamers in his old PT boat. Following repeated pleas, Rambo helps ferry a group of Christian aid workers into war-torn Burma, where the local Karen villagers are regularly tortured and massacred by Major Tint's sadistic soldiers. The humanitarian mission is going well, until the village is attacked and the missionaries are kidnapped, and Rambo is once again asked to transport - but this time a group of mercenaries, assembled by the missionaries' minister on a deadly rescue mission. This time he doesn't stay behind.

Note:
Emang telat banget gue nonton film ini. Tapi emang mood-nya baru dapet. Padahal ngga lama setelah film ini premiere di Jakarta, temen gue udah ngomporin gue untuk nonton film ini. Dia bilang puas banget nonton film ini. Dia tertarik nonton Rambo karena liat trailernya yang untuk release di Jerman. Trailer US ngga ada apa-apanya dibanding trailer Jerman. Wah kayaknya emang keren nih.
Sambil nunggu mood, bolak balik gue liat-liat review film ini di mana-mana. Banyak yang bilang keren sih. Akhirnya sampai juga mood-nya.
Ngga salah kalo tagline film ini bilang ‘Heroes never dies ..... they just reload’. Rambo di film ini nunjukin bagaimana seharusnya Rambo beraksi. Bisa jadi begini ini seharusnya film perang aksi (action-war) dibuat. Awalnya sempet kebayang film ini bakal seperti film-filmnya Steven Seagal. Tapi bayangan gue ngga terbukti. Rambo jauh lebih asyik daripada film-filmnya Steven Seagal. Filmmaker-nya pinter banget manfaatin ‘era keterbukaan’ perfilman mutakhir dunia. Mungkin kalo film ini dirilis 25 tahun yang lalu bakal kena banned di mana-mana.
Adegan pertempurannya efektif banget. Pace-nya terjaga dengan bagus. Dar der dor yang cukup panjang ngga terasa melelahkan. Plot-nya cukup bagus dalam hal menggiring gue untuk terus mau nonton film ini sampe habis. Padahal ‘trend’ nonton gue akhir-akhir ini adalah ketiduran (kecuali di bioskop) :D
Heroisme Rambo ngga digambarkan dengan sok megah, sekalipun Ki Rambo tetep invincible. Ngga ada tuh gambar-gambar Rambo yang ‘diagungkan’. Cukup terwakili dengan visualisasi pertempuran habis-habisan sekaligus mengerikan.

No comments: